Sehat Islami (Sebuah Mukaddimah)

 

Sehat itu mahal. Ungkapan ini sering kita dengar, ketika para ahli kesehatan – atau siapapun – berbicara tentang perlunya hidup sehat. Benarkah ungkapan ini? Kesehatan akan menjadi sesuatu yang sangat mahal, sangat berharga, tatkala kita sakit. Sejumlah uang harus kita keluarkan untuk biaya pengobatan, apalagi bila penyakit yang kita derita itu sudah termasuk dalam kategori penyakit berat. Jadi ungkapan bahwa sehat itu mahal, ada benarnya.

Namun, ungkapan tersebut, bisa menjadi batal, apabila kita (dengan sadar) memelihara kesehatan sejak dini, jauh sebelum penyakit apapun datang menghampiri. Berbagai kearifan tradisional di berbagai tempat sudah mengajarkan manusia dari zaman ke zaman tentang cara-cara menjalani hidup sehat secara alami. Dan, kearifan tradisional itu menjadi lebih lengkap lagi, dengan datangnya ajaran agama yang di dalamnya terkandung tata-cara memelihara hidup sehat, baik secara tersurat maupun tersirat. Jika tuntunan agama yang mengandung pola hidup sehat ini dijalankan, maka kesehatan pun tidak lagi tergolong “barang” mahal.

Seperti apakah yang disebut hidup sehat? WHO (World Health Organization – Organisasi Kesehatan Dunia) dalam preambul konstitusinya (1946) menyebutkan bahwa yang disebut hidup sehat itu bukan sekadar sehat secara fisik dan terbebas dari penyakit atau kecacatan, tetapi juga sehat secara mental/kejiwaan dan sehat secara sosial, atau terpenuhinya kesejahteraan sosial (Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity). Dengan kata lain, kondisi hidup sehat adalah sesuatu yang holistik, yakni sehat secara fisik, mental dan sosial. Ketiga hal ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Satu hal lagi yang mungkin bisa ditambahkan ke dalam defnisi WHO ini, adalah sehat secara spiritual.

Untuk mencapai kondisi sehat sesuai definisi WHO ini, ajaran Islam sesungguhnya sudah menyampaikan banyak tuntunan, baik melalui Al-Quran maupun As-Sunnah. Tuntunan hidup sehat itu diimplementasikan melalui sejumlah ibadah fardlu dan Sunnah, juga melalui perilaku Rasulullah Muhamad SAW yang seyogianya ditiru oleh umatnya. Bahkan secara tegas, Allah Subhanahu Wata’ala, telah berfirman: Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Surat Yunus, ayat 57).

Melalui Situs Sehat Islami inilah, kami secara berangsur akan memaparkan (dengan bahasa sederhana yang mudah dicerna) kiat-kiat memelihara hidup sehat berdasarkan tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Termasuk menelisik kandungan rukun Islam, yang jika dilaksanakan secara ikhlas dan tuma’ninah akan terwujud kondisi hidup sehat secara menyeluruh.

 

 

 

Showing 2 comments
  • Chrinstine
    Reply

    What’s up, I read your new stuff regularly. Your humoristic style is awesome, keep up the good work!

    • admin
      Reply

      thank u

Leave a Comment