Shalat dan urat kejepit (2)

Dalam tulisan terdahulu kita sudah mengetahui bahwa tempat kejadiannya adalah tulang punggung yang kelelahan menahan berat badan.

Mari kita lihat sejenak tulang punggung itu pada gambar berikut. .

img_6194Ia terdiri dari 7 keping tulang leher (servikal), 12 dada (torakal), 5 pinggang (lumbar), 5 kelangkang (sakrum) yang bersatu dan 3-5 ekor (coccygeal) yang juga bersatu. Semuanya berada dalam satu tatanan yang tersusun rapi dan saling berhubungan, dengan persendian yang diperkuat oleh ligamen (jaringan ikat).

Selain itu bila dilihat dari akan terlihat cekungan normal yaitu kedalam (lordosis) di leher karena memikul kepala dan pinggang yang memuat usus dll ; kebelakang (kyphosis) di dada dan kelangkang.  

Secara statis, tulang belakang diseimbangkan di dua tempat. Di dada, oleh 12 keping iga yang berpasangan dan berhubungan langsung dengannya dan di kelangkang, oleh tulang panggul (coxae) tempat melekatnya tulang paha. Secara dinamis, ia diseimbangkan oleh lengan di ujung rongga dada yang dibentuk oleh iga, dan tungkai di tulang panggul.

Dibantu oleh otot, pergerakan merekalah yang membuat manusia dapat melakukan berbagai aktivitas untuk kehidupan dunia seperti mengendarai mobil dan shalat.

fullsizerender-1-copyPergerakan itu antara lain adalah:  flexi, memperkecil sudut antara dua segmen tulang seperti: rukuk: extensi, meluruskannya; rotasi, memutar, menjauhi sumbu seperti salam dlsb.  

Jawaban atas pertanyaan bagaimanakah shalat dapat mencegah urat kejepit, termuat dalam buku hadits sebagai berikut:.  

Jika kamu ruku’, letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu, kemuadian renggangkanlah jari-jarimu, kemudian tenanglah sampai ruas tulang belakangmu mantap di tempatnya.  

Jika kamu berdiri i’tidal, luruskanlah punggungmu dan tegakkan kepalamu sampai ruas tulangbelakangmu mapan ke tempatnya.

Apabila engkau sujud, tekankanlah wajahmu dan kedua tanganmu ke tanah sehingga setiap ruas tulangmu kembali ketempatnya.

Nabi duduk dengan tuma’ninah sehingga tulang belakangnya mapan.

Petunjuk ini berarti perintah melakukan stretching, suatu bentuk latihan fisik terhadap seperangkat otot dan tendon untuk menambah elastisitas, fleksibilitas dan ruang geraknya dengan melakukan flexi dan meluruskannya.

Ruku’ adalah flexi tulang punggung optimal. Ia dilakukan di daerah pinggang yang bebas bergerak karena tidak mempunyai sumsum tulang dan dikendalikan oleh tangan yang diletakkan di lutut.

gb-8-otot-erector-spinae

Erector spinae

Otot utama yang berperan pada ruku’ adalah Erector spinae, sekumpulan otot yang terbentang dari leher sampai kelangkang. (gambar)

Sujud adalah ekstensi tulang punggung optimal.  Penekanan wajah dikendalikan oleh tangan di tanah.

fotosearch_k28684069

Multifidus

Otot utama yang berperan pada sujud adalah Multifidus yang juga terbentang dari kelangkang sampai leher di sebelah dalam erector spinae (gambar).

Duduk akhir adalah lateroflexi, membengkokkan badan menjauhi sumbu badan dan diperankan oleh otot quadratus lumborum.

fotosearch_k22596465

Qyadratus lumborum

Otot ini sepasang terletak dibelakang Multifidus, menyebar dari panggul menuju tulang punggung dan iga (gambar).

Bila dihitung maka dalam satu rakaat kita melakukan ruku” satu kali, sujud 2 kali atau satu kali flexi dan dua kali extensi. Dan disetiap shalat diakhiri dengan lateroflexi.

Secara kasat mata stretching ini jauh dari excercise atau latihan fisik. Namun hal ini tidak menjadi halangan karena shalat yang lima kali itu dinilaiNya sebagai lima puluh pahala. Hadits Bukhari berbunyi: … Maka aku kembali dan Allah berkata, “Shalat itu lima (waktu) dan dinilai lima puluh (pahalanya) dan perkataan-Ku tidak akan berganti”

Terhadap otot manfaat stretching ini adalah  menambah elastisitas dan fleksibilitasnya atau mencegah kerusakan jaringan ikat di tulang punggung dan selanjutnya mencegah urat kejepit lihat tulisan sebelumnya. .

Dilakukan lima kali sehari sejak remaja sampai akhir hayat terus menerus dan dihargai sepuluh kali lipat, seraya kukuh mengerjakan perintahNya dan menghindarkan laranganNya, insha’Allah Anda akan terilndung dari urat kejepit.  

……………Maka benarlah kataNya: “…Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak

membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya, bagimu supaya kamu

bersyukur.” (QS 006:005) .

Perintah dan larangan lain dalam adab makan dan minum akan ditulis selanjutnya,

 

Recommended Posts

Leave a Comment