Pola makan Islami vs urat kejepit (3)

Obesitas adalah sumber berbagai penyakit

Melanjutkan  “Perintah dan larangan lain dalam adab makan dan minum akan ditulis selanjutnya,” lihat

 http://sehat-islami.com/2016/12/17/shalat-dan-urat-kejepit-2/

Sesungguhnya adab makan dan minum yang tertulis dalam perintah dan laranganNya merupakan suatu sistem yang saya sebut sebagai pola makan Islami.

Perintah dan laranganNya tersebut adalah:

Makan dan minum adalah suatu keharusan … makan dan minumlah, … (QS 007:031);

Makanan itu haruslah yang baik ……. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikankepadamu. (QS 002: 057); tersedia berbagai makanan yang baik …. Dan dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. (QS 016:005)…. … Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih … (QS 016: 066) Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan)… (QS 016:14 );

Makanan yang tidak boleh dimakan. …Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekek, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya… (QS 005: 003)

Bagaimana pula memakannya …“Apabila makanan telah dihidangkan dan shalat hendak didirikan, maka hendaklah kamu makan terlebih dahulu.” (Annas bin Malik ra) Lumatkanlah makanan kalian dengan dzikrulaah dan shalat, dan janganlah kalian tidur setelah makan karena akan menyebabkan hati kalian menjadi kesat (keras). (Aisyah ra)

Tidak boleh berkelebihan …“Al Musnad oleh Imam Ahmad) meriwayatkan bahwa Nabi saw., bersabda, “ Anak Adam tidak pernah mengisi sebuah bejana lebih buruk dari perutnya….” 94 dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang -orang yang berlebih-lebihan. (QS 007:031)

Dan tujuan dari pola ini adalah …Orang paling disukai Allah swt diantara kalian adalah yang paling sedikit makannya dan paling ringan badannya. (Ibnu Abbas ra)

Manna wa salwa

Salah satu penalti atas pelanggaran pola makan ini adalah obesitas atau kegemukan yang menjadi faktor penyebab dari berbagai jenis penyakit di semua sistem tubuh kita.

Obesitas adalah biang penyakit.

Ia menyebabkan lemak dan kolesterol kendaraannya yang menumpuk di alat tubuh baik padat ataupun saluran, merusak semua sistem tubuh.

Di saluran seperti pembuluh darah ia tumbuh menyumbat aliran hingga perdarahan alat yang diurusnya terganggu. Misalnya sumbatan di arteri koroner yang mendarahi jantung akan mengurangi jatah Oksigen mereka. Ujung-ujungnya adalah penyakit koroner.

Di alat yang padat seperti hati atau ginjal ia akan melemahkan pekerjaannya hingga dapat menjatuhkan tuan rumahnya kedalam koma.

Di sekitar saluran seperti tenggorokan, ia akan menghasilkan musik berirama dengkuran; alat padat seperti diafragma, ia mengurangi mobilitasnya hingga mengganggu pernapasan.

Sebelum dan sesudah menggunakan manna wa salwa

Dan tidak boleh pula dilupakan obesitas adalah biang berbagai jenis penyakit kanker.

Dalam hal urat kejepit, obesitas akan akan menambah beban tulang pinggang serta menyebabkan osteoporosis atau pengeroposan tulang atau pengurangan zat kapur (Kalsium).  Di kepustakaan on line 2007, Lan-Juan Zhao,1,2 Yong-Jun Liu,1 Peng-Yuan Liu,2 James Hamilton,1 Robert R. Recker,2 and Hong-Wen Deng1,3,4  , dalam Relationship of obesity with osteoporosis menulis bahwa mengurangi obesitas akan meningkatkan massa tulang dan melindungi tulang dari osteoporosis.

Bagaimanakah mencegah obesitas?

Langsing dan sehat pada kaum obesitas bukannya tidak mungkin. Bila Anda cari di internet tersedia 15800 cara untuk menurunkan berat badan yang tentu berhasil bila dijalankan.

Namun pola makan Islami mampu melakukannya dengan mudah.

Bila ditilik dari perintah dan laranganNya berbagai jenis makanan baik untuk dimakan namun hanya satu menu yang ditrunkanNya langsung yaitu mann dan salwa.

Menu penulis

Dan Kami telah menaungi kamu dengan awan (dari panas matahari di padang pasir) dan Kami turunkan kepada kamu “Mann” dan “Salwa”, (serta Kami berfirman): “Makanlah dari makanan-makanan yang baik yang Kami telah kurniakan kepada kamu”. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami (sebab mereka kufurkan nikmat itu), tetapi sebenarnya mereka adalah menganiaya diri sendiri. (QS 2:57)

FirmanNya itu penulis jalani selama 3 bulan sejak awal 2010. Dan walaupun dilanjutkan dengan menu normal, penurunan berat dari 88 stabil diangka 67 kg.

Namun menu yang tertulis di dua kitab suci ini sudah tidak ditemukan lagi. Karena itu yang dapat dilakukan hanyalah memodifikasinya sesuai dengan bahan yang tersedia di zaman ini

Manna adalah sejenis buah yang manis dan salwa, sejenis burung puyuh.

Penulis memilih pisang, sebagai pengganti manna dan ayam untuk salwa.

 

Recommended Posts

Leave a Comment