AnugerahNya: Sishan Ilahi; Penangkalan di Perbatasan (5)

Kulit, terlihat pori dan akar rambut

Sebelum berhadapan dengan sel pembunuh, kuman penyakit harus melewati kulit atau berbagai liang anatomis di perbatasan tubuh.

Kulit yang dilapisi dengan sel tanduk merupakan perisai yang handal karena meliputi seluruh tubuh. Namun tidak semuanya tertutup sempurna. Kulit sendiri mempunyai beberapa titik lemah seperti akar rambut dan liang keringat.

Selain itu, untuk kehidupan, tubuh dilengkapi dengan beberapa liang anatomis seperti mulut dan hidung. Mereka, dilindungi oleh selaput lendir yang dijaga oleh sel fagosit.

Dua sepupu. Sel pembunuh dan sel fagosit

Berbeda dengan sel pembunuh, keturunan limfosit yang merupakan pasukan elite tubuh; sel fagosit, keturunan monosit adalah pasukan reguler (lihat gambar silsilah). Tugasnya menjaga seluruh tubuh. Bila perlu sel fagosit membawa kuman ke KGB untuk dimusnahkan oleh sel pembunuh.

Bila sel pembunuh di sebuah tubuh yang beratnya 65 kg, berjumlah ratarata 50 milyard dan terkonsentrasi di KGB, sel fagosit berjumlah 15 milyard yang berpatroli diseluruh tubuh sel darah.

Namun anugerahNya ini masih bisa ditembus.

Untuk tahun 2000 – 2011, WHO mencatat, infeksi adalah penyebab  37% penduduk dunia kehilangan tahun usianya karena meninggal (YPLLs 37%)dan 26 % karena cacat (DALYs 26%).

Sedangkan kanker menjadi penyebab 8% kehilangan tahun kehidupannya karena meninggal dan 5% karena cacat. YPLLs adalah singkatan dari  years of potential life lost, DALYs,  –the disability-adjusted life year)

Salahkah ciptaanNya?

Rapuhkah pertananan yang di anugerahkanNya?

Ia menjawab dalam firmanNya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

Recommended Posts

Leave a Comment