Puasa dan Kesehatan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pembaca yang budiman,
Ramadhan adalah bulan regulasi dan pelatihan diri, Kaum Muslimin tidak berpuasa hanya disebabkan oleh manfaat medis yang merupakan ciri sekunder saja. Seperti banyak kita ketahui bahwa berpuasa telah digunakan oleh banyak pasien untuk mengatur berat tubuh mereka, mengistirahatkan sistem pencernaan, menurunkan kolestrol dalam darah dan sebagainya. Bagi kaum muslimin Ramadhan mencakup semua sendi yang ada di kehidupan, baik jasmani ataupun mental (rohani).  Selain ada penyebab batalnya puasa bagi kaum muslimin ada juga hal-hal yang merusak pahala puasa itu sendiri, diantaranya yaitu :
  1. Dari Abu Hurairah, Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلُ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ عَزَّوَجَلَّ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

    “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Allah Azza wa Jalla butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/99]

  2. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.لَيْسَ الصِّيَامِ مِنَ الْأَكْلِ الشَّرَابِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ الّغْوِ وَالرَّفَتِ، فَإِنْ شَابَكَ أِحَدٌ أَوْ جَهَلَ عَلَيْكَ فَقُلْ : إِنّي صَا ئِمٌ، إِنِّي صَاءِمٌ

    “Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa ” [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 1996, Al-Hakim 1/430-431, sanadnya SHAHIH]

Bersabda As-Shadiqul Masduq yang tidak berkata kecuali wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالْعَطَشُ

“Berapa banyak orang yang puasa, bagian (yang dipetik) dari puasanya hanyalah lapar dan haus (semata)” [Hadits Riwayata Ibnu Majah 1/539, Darimi 2/211, Ahmad 2/441,373, Baihaqi 4/270 dari jalan Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah. Sanadnya SHAHIH]

Sesuai dengan judul diatas, maka dalam tulisan ini kami akan mencoba terlebih dahulu memaparkan manfaat Puasa Ramadhan. Kenapa Puasa Ramadhan begitu bermanfaat bagi kesehatan umat manusia? Ada beberapa efek merugikan menyangkut puasa total, demikian juga menyangkut diet total. Puasa Islami berbeda dari program-program diet demikian, sebab pada puasa Ramadhan tak ada malnutrisi (kekurangan gizi) atau perolehan kalori yang tidak cukup. Perolehan kalori kaum muslimin selama Ramadhan hanya sedikit di bawah pedoman-pedoman kebutuhan nutrisi. Di samping itu, Puasa Ramadhan secara suka rela dilakukan dan bukan merupakan pembebanan yang ditemtukan oleh dokter. Jenis makanan yang dimakan selama Ramadhan tidak memiliki kriteria selektif layaknya diet-diet umum yang terkadang hanya membolehkan protein atau buah-buahan. Segala sesuatu yang halal (dibolehkan dalam Islam) dapat dimakan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Perbedaan diantara Puasa Ramadhan dan puasa total adalah menyangkut waktu makan. Selama Ramadhan , pada dasarnya kita tidak makan pada siang hari, sarapan lebih dini (makan sahur), dan tidak makan dan minumn hanya sampai matahari terbenam (Magrib), tidak buruk bagi kesehatan dan sesungguhnya tubuh kita memiliki mekanisme konservasi airnya sendiri, telah tampak bahwa dehidrasi ringan dan konservasi air, paling tidak pada tumbuhan, telah memperpanjang usia. Efek fisiologis puasa termasuk menurunkan gula darah, menurunkan kolestrol dan tekanan darah juga akan berlangsung secara alami. Sesungguhnya Puasa Ramadhan dapat menjadi rekomendasi ideal bagi perawatan diabetes ringan hingga moderat yang stabil dan noninsulin, serta kegemukan dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Bagaimana dengan penyakit berat, lansia dan faktor lain  yang tidak memungkin seseorang untuk berpuasa?  Islam secara indah sudah mengaturnya. Ada beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan Hadist yang selangkapnya dapat di lihat pada link di bawah ini :

4 Golongan yang Mendapat Keringanan Tidak Berpuasa

Selain efek-efek fisikal, juga ada efek-efek psikologis berkaitan dengan puasa Ramadhan. Ada kedamaian dan ketentraman. Jika permusuhan pribadi berada pada tingkat minimum dan angka kejahatan menurun (Efek sosial). Bagi Bangsa Indonesia hal ini dapat kita lihat langsung pada aksi kerusuhan 21 Mei pada saat demonstrasi di depan gedung bawaslu. Sejumlah massa yang diduga merupoakan massa bayaran terkotak dan tidak terbaur oleh sahabat-sahabat yang memang ingin menyampaikan pendapatnya tentang pemilihan presiden yang curang, demonsttrasi di Indonesia diakui dan dilindungu oleh undang-undang, tetapi tidak untuk para perusuh. Massa yang disinyalir massa bayaran dan muai dapat dibuktikan oleh pihak kepolisian terpisah dan tidak bisa memprovokasi sahabat-sahabat yang sedang berunjuk rasa, semua cepat terkendali, sehingga suasana tidak seperti yang dikhawatirkan oleh banyak orang menjadi anarkis dan penggulingan kekuasaan seperti trauma masyarakat Indonesia pada tahun 1998 atau era reformasi.   Hal ini hanya sebagian kecil dari dampak Ramadhan dalam segi sosial, masih banyak lagi seperti shadaqah, menolong orang lain, menjaga lingkungan, kebersihan, berbagi dan sebagainya.
Dalam segi medis perbaikan psikologis (mental) dapat dikaitkan dengan stabilitasi gula darah yang lebih baik selama berpuasa. Ada efek yang bermanfaat pula pada Shalat (Sembhayang) Sunnah pada malam hari. Hal ini tidak hanya membantu pemanfaatan makanan yang lebih baik, namun juga membantu menghasilkan energi. Ada pembakaran sepuluh kalori untuk setiap Shalat yang dilakukan. Kita memang tidak melakukan Sholat-sholat untuk olahraga, namun gerakan ringan tulang-tulang sendi bersama pemanfaatan kalori ekstra merupakan bentuk olahraga yang lebih baik. Demikian juga membaca Al-Qur’an, tidak hanya menenangkan pikiran dan hati, namun juga memperbaiki daya ingat.
Puasa Ramadhan adalah Ibadah khusus antara manusia dan Tuhannya, karena tidak ada orang lain yang mengetahui pasti apakah seseorang bebar-benar puasa. Karena nya ALLAH berfirman dalam hadis Qudsi
Puasa adalah untuk KU dan AKU sendirilah yang akan mengganjarnya
Maka apabila seseorang menjalankan Puasa Ramadhan secara benar dan sesuai dengan aturan sebenarnya maka sangat tidak salah jika disebutkan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan untuk membentu manusia yang Jujur, suka menolong dengan penuh ketulusan, Suka berbagi kebaikan, sehat secara jasmani dan bermanfaat bagi semesta alam. Sejarah Dunia telah terbukti bahwa besarnya Agama Islam justru di saat bulan Ramadhan, bahkan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Islam mencapai kemerdekaannya pada saat Bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan menjadikan kaum muslimin kuat secara jasmani dan rohani, bukannya lemah.