Manfaat Khusus – Jaminan Kesehatan Nabi bagian pertama

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Manfaat khusus dari layanan Jaminan Kesehatan Nabi (Jamkes Nabi) dikelompokkan menurut pembagian WHO dalam enam golongan menurut taksiran kehilangan tahun-tahun yang hilang karena meninggal (YPLLs – years of potential life year) untuk tahun 2000-2011. Mereka adalah :

  1. Infeksi, terutama infeksi saluran napas bagian bawah, mencret, AIDS, tuberkulosa dan malaria;
  2. Trauma terutama kecelakaan lalulintas;
  3. Kardiovaskuler, terutama jantung dan stroke;
  4. Bayi, lahir premature dan kematian perinatal, yang tidak disinggung dalam buku ini karena belum wajib shalat;
  5. Kanker,
  6. Neuropsikiatari seperti depresi.
  • Infeksi

Di dunia, infeksi berada di urutan kehilangan tahun-tahun yang dapat dinikmati karena meninggal (YPLLs 37%) dan cacat (DALYs 26%).
Penyebab infeksi adalah : Virus, kuman, jamur, parasit dan kuman binatang. Penyebarannya melalui mulut, hidung, telinga, anus, kemaluan dan kulit.
Bersuci dapat mencegah penyakit infeksi. Jaminan ﷲ  سبحانه وتعالى  akan wudhu disampaikan-NYA kepada Musa as. Firman-NYA

“. . .karena sesungguhnya barang siapa yang maka dia berada dalam keamanan-KU”.

Secara keseluruhan wudhu dapat mencegah HIV. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad
صلى الله عليه وسلممُحَمَّدٌ  . bersabda  :

“Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memegang. Kaki, zinanya meangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” (Hadist Shahih Musim No.2282)

  • Trauma

Menurut estimasi WHO untuk tahun 2000-2011, trauma terutama kecelakaan lalulintas adalah penyebab 14% pemangkas seluruh tahun-tahun kehidupan manusia dunia karena meninggal dini (YPLLs) dan 12% karena cacat (DALYs). KLL adalah manusiawi. Sholat memberikan latihan keseimbangandan kelenturan otot yang bermanfaat dalam pencegahan KLL atau meringankan cedera yang dialami. Berdiri adalah awal dari pencegahan trauma dan cedera.

Trauma tidak terpisahkan dari keseimbangan tubuh yang latihannya dimulai sejak berdiri oleh tendon (urat keras yang menghubungkan otot dengan sendi dan atau tulang) Achilles.
Kekuatannya sudah dikenal ribuan tahun yang lalu. Bila Anda pernah menonton film Troy tentu mengenal tokoh Achiles, demigod, manusia setengah dewa, sakti mandraguna yang tewas hanya karena tendon ini terkena panah.

Namun buka hanya itu, tendon Achilles memiliki indra yang disebut somatoreceptor bagi posisi tubuh. Alat ini menerima niat ketika berdiri dan meneruskannya ke otak untuk diproses dan diwujudkan dengan mengirimkan berbagai instruksi ke alat tubuh lainnya untuk dilaksanakan. Maka tendon Achilles mengukuhkan kaki, menopang badan dengan dukungan berbagai alat tubuh lainnya untuk berdiri dengan tenang.

Alas yang keras memaksimalkan atihan tendon Achilles. Misalkan Anda sholat di sajadah yang empuk dan tebal otomatis pergelangan kaki ikut bergerak, bukan? Gerakan ini merusak latihan tendon Achilles karena niat yang dikirimkan ke otak terganggu.

Ketajaman pengindraan tubuh Anda misalnya dalam berdiri, lari atau mengelak ketika menyeberang jalan. Adapun instruksi :

” . . .menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya kearah tanah,.”

adalah isyarat bagi bekerjanya indra pengelihatan sedangkan bagi tunanetra fungsi ini diambil alih oleh keseimbangan yang dikenal sebagai sistem vestibular.4

. . Tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kananya pada lengan kirinya. (HR Nasa’i dan Daraquthni).

Bersidekap dan menunjuk adalah latihan jari. Dalam kehidupan sehari-hari pengindraan jari melindungi ibu rumah tangga dari berbagai trauma seperti teriris pisau atau luka bakar. Ujung jari kaya dengan ujung syaraf indra perasa dan “menggenggamkan jari” adalah latihan pengindraan mereka.

Cedera yang terbanyak ditemukan pada kecelakaan sepeda motor disebut whiplash injury atau cedera lecutan dimana kepala yang terantuk kedepan terpental kebelakang. Lokasi kejadian adalah sendi-sendi atlantoaxial yaitu sendi diantara tulang pertama, pemikul kepala dan kedua dari tulang punggung bagian leher. Menengadah dan
Menoleh dilakukan dengan memutar sendi itu yang dilakukan oleh dua kelompok otot yaitu Otot Skalenus dan Berorigo disepanjang tulang punggung bagian leher dari tulang nomor dua sampai 7, dan berinsersi di iga atas. Tugasnya mengangkat iga. Otot Suboksipital yang terdiri dari empat otot saling beroriogo dan berinsersi dari tulang pertama dan kedua ke kepala. Tugasnya adalah menengadah dan memutar kepala.

Peringatan yang keras ini

“Hendaklah orang berhenti menengadah ke langit ketika sedang sholat atau matanya tidak dikembalikan lagi kepada mereka.” dan menoleh ke kanan atau ke kiri adalah colekan setan . . . relevan dengan resiko cedera lecutan karena salah satu gejalanya adalah mata kabur.

Tetap tegak selama sholat, tidak menengadah dan menoleh ke kiri ke kanan adalah streching kedua otot yang bekerja hingga resiko cedera lecutan dapat dikurangi. Bersidekap adalah streching (peregangan) otot lengan bawah sedangkan menggenggam jari-jari tangan kanannya pada lengan kirinya adalah streching otot dipergelangan tangan.
Gerakan menggenggam dan menggerakan jari dikontrol oleh tiga lapis otot yang memanjang dari lengan bawah ke tangan. Streching itu menambah kekuatan otot dan kepadatan tulang hingga dapat mencegah osteoporosis, penyebab patah tulang di daerah itu. Patah tulang yang disebut Colles fracture sering ditemukan pada manusia yang jatuh dengan terentang.

Demikianlah Manfaat Khusus Jaminan kesehatan Nabi bagian pertama ini. Pada tulisan selanjutnya, buku ini akan menjabarkan poin-poin selanjutnya, yaitu :

3. Kardiovaskuler, terutama jantung dan stroke;
4. Bayi, lahir premature dan kematian perinatal, yang tidak disinggung dalam buku ini karena belum   wajib shalat;
5. Kanker,
6. Neuropsikiatari seperti depresi.

Abdullah bin Mas’ud ra berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ العِلْمِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ المُتَكَلِّفِينَ}

“Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’ (Allah Mahatahu). Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’. Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. ” (QS. Shad: 86) (HR. Bukhari).

Bersambung . . .

 

Footnote :

Sistem vestibular terletak di telinga bagian dalam dan berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dalam orientasi ruang. Ketokan tongkat tunanetra ditujukan untuk melihat ruang.