Ruang Konsultasi Kesehatan dan Penyakit

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Disini, setiap 1 x dalam seminggu kami akan menjawab pertanyaan saudara/i yang telah kami tampung baik pada e-mail, live chat maupun kolom komentar secara GRATIS.

Apabila pertanyaan Anda bersifat pribadi dan tidak ingin di tampilkan maka Anda bisa menggunakan Live Chat.

Bagaimanakah hukum penggunaan Alkohol untuk dunia kedokteran?

Alkohol memang bukan benda najis kecuali diminum. Sehingga bila seseorang terkena alkohol, baik pada badan, pakaian maupun tempat, tidak perlu disucikan.

jumhur ulama memang mengatakan bahwa khamar itu najis dengan dalil berikut ini:

Dari Jabir bin Abdillah ra bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda di hari Fathu Makkah,”Sesungguhnya Allah dan rasul-Nya mengharamkan khamar, bangkai, babi dan berhala”. Seseorang bertanya,”Ya Rasulullah, bagaimana dengan minyak pada bangkai, karena bisa digunakan untuk mengecat perahu dan menyamak kulit serta bahan bakar lampu?”. Beliau menjawab,”Tidak, benda itu haram”. (HR Muttafaq ‘alaihi)

Maka,  seseorang menjadi batal wudhu’nya bila tersiram khamar, apalagi bila shalat mengantungi sebotol khamar.

Alkohol sendiri sebagai sebuah senyawa, bukan merupakan barang najis. Meski pun di dalam khamar terkandung alkohol. Kalau khamar itu najis, tidak berarti senyawa atau unsur yang ada di dalamnya harus najis juga. Bukankah di dalam khamar juga ada senyawa air (H2O)? Bahkan merupakan bagian yang paling banyak, bukan?

Lantas apakah dengan adanya air di dalam khamar, semua air yang ada di dunia ini menjadi najis? Tentu saja tidak bukan?

Ketika suatu benda bernama khamar, maka benda itu dan segala unsur yang ada di dalamnya menjadi najis. Akan tetapi bila unsur atau senyawa-senyawa itu berdiri sendiri-sendiri di luar dari benda najis itu, tentu tidak bisa dikatakan najis.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saya ingin bertanya, apakah test potensi Akademik dengan menggunakan garis tangan, sama dengan meramal nasib? apakah diperbolehkan?

Selama hal itu merupakan metode ilmiah, bisa diukur dan bisa diuji secara eksak, yang bisa membaca karakteristik seseorang hanya berdasarkan melihat telapak tangan, tanpa ada unsur ramalan akan hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatang, mungkin saja ilmu itu bisa dibenarkan. Tidak boleh dan harus diwaspadai dari membaca garis tangan adalah unsur meramal masa depan, atau meramal nasib serta kejadian-kejadian yang akan menimpa diri seseorang. Termasuk di antaranya peruntungan, rizki, keuangan, jodoh dan sebagainya. Semua itu adalah bentuk-bentuk syirik yang terlarang.

Perlu di ingat bahwa karakteristik selain dibentuk oleh faktor genetis, seringkali juga dibentuk oleh faktor luar seperti lingkungan, komunitas, atau kejadian-kejadian tertentu yang menghujam dalam riwayat hidup seseorang. Sehingga tidak ada hubungan garis tangan dengan Masa depan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Maaf Pak, saya mau tanya tujuan dari di buatnya website ini?

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seperti halnya pada Mukaddimah di website ini.

Melalui Situs Sehat Islami inilah, kami secara berangsur akan memaparkan (dengan bahasa sederhana yang mudah dicerna) kiat-kiat memelihara hidup sehat berdasarkan tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Termasuk menelisik kandungan rukun Islam, yang jika dilaksanakan secara ikhlas dan tuma’ninah akan terwujud kondisi hidup sehat secara menyeluruh.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Silahkan bertanya