Bahar AzwarOwner and Writter

Sebagai seorang senior di bidang kedokteran khususnya dalam dunia Bedah, banyak hikmah yang tertuang di dalam karya-karya yang di hasilkannya. Beliau kini Menetap di Bandung, Dokter Bahar adalah praktisi dokter spesialis bedah konsultan onkologi. Pengalaman di kamar praktek ataupun pribadi menyadarkan Dokter Bahar akan adanya kesenjangan komunikasi antar dokter dan pasien. Kesimpulan itu Dokter Bahar peroleh dari: praktek dokter sejak tahun 1975 termasuk penugasan di daerah (Irian selama tiga tahun dan Aceh 6 tahun), membangun komunikasi dokter – pasien (Tim Kanker dan Klub Onkologi di RSUP Fatmawati), menulis (editor buletin RSUP Fatmawati, Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi – PERABOI), aktif membela hak pasien (dengan Lembaga Perlindungan Hak Pasien – LPHP) dan narasumber di Konsil Kedokteran Indonesia. Sampai saat ini banyak karya-karya tulis yang telah beliau hasilkan sebagai sumbangsih dalam dunia kesehatan umumnya dan Islam khususnya

snapshot_2016-10-25_0-30-33

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Dokter Bahar Azwar telah meninggal dunia pada hari kamis 12 Oktober 2017.  Apabila ada kesalahan beliau dalam pergaulan sehari-hari atau di dalam tulisannya mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا. اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ. اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

ALLAAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA’AAFIHII WA’FU ANHU WA AKRIM NUZU LAHU WA WASSI’ MADKHOLAHU WAGHSILHU BILMAAI WATS-TSALJI WALBARODI WANAQQIHI MINAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MINADDANASI WA ABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAARIHI WA AHLAN KHOIRON MIN AHLIHI WAZAUJAN KHOIRON MIN ZAOJIHI WA ADKHILHULJANNATA WA ‘AIDZHU MIN ‘ADZAABILQOBRI WAFITNATIHI WAMIN ‘ADZAABINNAARI. ALLOOHUMMAGHFIR LIHAYYINAA WAMAYYITINAA WASYAAHIDINAA WAGHOOIBINAA WASHOGHIIRONAA WAKABIIRONAA WADZAKARINAA WAUNTSAANA. ALLOOHUMMA MAN AHYAITAHU MINNAA FA AHYIHI ‘ALAL ISLAAMI WAMAN TAWAFFAITAHU MINNAA FATAWAFFAHU ‘ALAL IIMAANI. ALLOOHUMMA LAA TAHRIMNAA AJROHU WALAA TUDHILLANAA BA’DAHU BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIINA. WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIINA.

AAMIIN YA RABBAL’ALAMIN

Wahai Allah, ampunilahrahmatailah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka. Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Kabulkanlah Wahai Rabb semesta alam